Seakan aku mulai muak dengan kehidupan ibukota ini, ketika melihat disepanjang jembatanyan penyeberangan Jakarta ini penuh dengan pengemis, tidak tanggung – tanggung dari model orang cacat, anak-anak kecil kelaparan, balita memgang bekas tempat makanan sampai orang yang memberikan amplop dengan mengatas namakan pembangunan tempat ibadah. Ini memang mereka membutuhkan ataukah itu mata pencaharian mereka ataukah ini kepura-puraan belaka sungguh tidak mengerti, separahkah negeri ini atau saking tak punya hargadirikah bangsa ini sehingga rakyatnya harus berpura-pura hanya demi sesuap nasi.
Just sharing experience
Minggu lalau sepulang dari kampus saya mau naik busway berjalan melewati jembatan penyeberangan sambil memegang botol air mineral (halte busway rumah sakit islam), tiba-tiba seoran anak kecil (pengemis) bilang “bang aquanya buat saya aja” sebelum hari itu aku berpikir mereka hanya berpura –pura memasang muka kasihan untuk mendapatkan belaskasihan dari kita, tapi jika Cuma sebotol air mineral berapasih nilainya toh itu juga nggak laku dijual (soalnya sudah terbuka). Sebelum nya halserupa juga saya lihat di perempatan grogol tepatnya di depan mall citraland disitu saya lihat seorang perempuan jalan sambil memegang segelas ice tea dari belakang tiba tiba ada anak kecil yang bilng mbak buat saya aja sambil langsung mengambilnya. Dan kemarin hari kamis 26/03/2009 pas lagi jalan – jalan sama teman dari jogja tepatnya didepan mall margo city disana saya melihat seseorang yang menjajakan sandal dan sepatu keliling dan bermuka hampir menangis dan diusir satpam pula mall itu pula, ditempat yang sama saya pernah juga melihat seorang anak kecil membawa nampan berbungkus Koran bekas menjajakan gorengan ditengah gerimis hujan…. Betapa mengerikanya kehidupan ibukota. Mulai sekarang setiap keluar saya selalu menyiapkan duit recehan untuk para pengemis jalanan entah mereka pura pura atau tidak yang pasti tidak ada orang yang mau menjalani hidup seperti itu……… Dan bahkan saya sekarang saya menyesal kenapa saya tidak berbagi dari dulu toh dengan berbagi tidak akan menjadikan miskin
Mari mulai berbagi, berbagi apapun bersama sesama
“Oh tuhan bahkan saya lebih rela negeri ini bersistem kerajaan tapi rakyatnya makmur dari pada demokari tapi selalu terdengar suara jerit tangis dimana”
Salam hangat
Winarno
Banyak membantu kalau tidak bisa membantu cukup jangan menyakiti
